Ibadah Membawa Bencana
Sekedar share dan berbagi.... Tidak mengurangi rasa hormat saya.
Pembelajaran berarti....
Dari Fakta yang ada yang dimana saya rasakan sendiri...
silahkan masing masing bebas berpendapat...
Bijaklah pilih gereja.... Ada gereja yg motifnya bisnis. Zaman sekarang seolah tidak tabu dan ga usah munafik bisnis gereja memang ada dan apa adanya real.
Banyak yang mendalilkan (seringkan mendengar kotbah2 yg UUD), sah sah aja buat yg percaya dan sah sah saja buat yg menentang.
Tapi dari semuanya itu perlu digaris bawahi yang terutama dari gereja sebagai wadah ibadah umat adalah bukan hanya Pintar kotbah koar koar dengan ilmu COCOKLOGI (TAPI ATTITUDE) lebih penting dari kotbah belaka....dan perilaku Kasih yang paling utama mencerminkan benar pengikut Kristus sejatinya.
Sebagai Contoh Nyata :
Ada satu gereja yg jelas faktanya telah menjadi sarana penyebar virus yang cukup banyak korban di bandung (FAKTA BUKAN HOAX dan RS di bandung tau kok FAKTANYA jika dirawat ditanya dari gereja mana dan menyebutkan jemaat gereja tersebut otomatis petugas medis tau, ataupun saat ingin diperiksa darah di lab ditanya dari jemaat mana dan bilang jemaat gereja 'Ono maka test darah harus dilakukan di RS (fakta pemerintahan bandung pun tau faktanya) masih tidak percaya?
Pemerintah Jabar pun tau akan hal ini yaitu penularan yg banyak terjadi di salah satu gereja ini (bukan rahasia). Penyebab utamanya dikarenakan penyebab dan faktanya bahwa ada keteledoran tidak isolasi mandiri para pemimpinnya yg pulang dari israel dan melakukan pertemuan pertemuan baik pertemuan besar maupun kecil yang mengakibatkan penyebaran virus ke jemaat. Dan mirisnya malah diem diem cuci tangan....
Boro boro minta maaf atau seenganya turut sepenanggungan, yang ada HANYA menutupi, kotbah ga jauh dari perpuluhan yang dimana disampaikan dengan ayat ayat COCOKLOGI walaupun dalam situasi saat ini. Intinya adalah menabur disaat situasi yg tidak enak. Sah sah saja bagi org yang mempercayai dan sah sah saja bagi yang menghujat.
Adapun berbagai macam tafsiran yang aneh aneh (menurut pendapat saya) ataupun mengenai study riset bahasa roh (tidak mengurangi rasa hormat saya bahwa fakta salah satu pemimpinnya RIP alias lewat), kotbah dengan tafsiran sendiri menstop corona (padahal faktanya gereja tersebut banyak menjadi sarana penularan di bandung khususnya.)
Sebagai contoh nyata terjadi pada keluarga saya, dimana harus mengalami hal yang sangat tidak mengenakan yang menimpa papah saya. Dimana fakta 15 maret mengikuti kebaktian disalah satu gereja yg notabene terinfeksi virus covid19. 17 maret sudah mulai menunjukan gejala demam yang dimana selama 5 hari demam naik turun di angka 37 sd 39. Hari ke 7 tepat 24 maret dibawa ke salah satu RS di bandung dan setelah cek rontgen baru menunjukan indikasi suspect sehingga harus dirawat isolasi.
Sungguh mengamati pasien yang terjangkit virus ini waktu sangat cepat dan perubahan drastis kondisi pasien sangat terlihat. Tidak berlama lama hanya bertahan 1 minggu di RS tepatnya 31 maret papah meninggal.
Tidak hanya sampai disitu saja. Proses memakamkan saja bisa dibilang sunguh bukan hal yang wajar. Karena faktanya tpu tidak menerima kondisi korban yang meninggal karena virus covid 19 ini. Kami masih diberikan berkah dan terima kasih untuk pemerintahan bandung telah menyediakan area pemakaman khusus korban covid 19.
Terima kasih untuk dr.sony dari dinas kesehatan bandung yang telah membantu. Terima kasih pak sudrajat dan pak dede dari pihak pemakaman TPU cikadut bandung yang telah mempersiapkan tempat istirahat papah.
Proses pemakaman yang hanya dilakukan oleh ahli waris korban yaitu saya sendiri. yang dimana sebelumnya proses administrasi bukan hal yg umum karena khusus korban covid 19 banyak persyaratan yang harus dilakukan seperti melaporkan ke dinas kesehatan, pihak tpu tidak sembarangan menerima jenasah korban karena harus mendapatkan surat pernyataan dari pihak RS dan juga dari dinas kesehatan dibantu dr.soni. Bukan hal yg umum bagi jenasah korban covid 19.
Belum lagi saat jenasah datang ke tpu, walau banyak org di pemakaman namun tidak ada satupun yg berani mendekat ke ambulance. Bahkan untuk mengangkat peti jenasah hanya 2 orang dari pihak Rs yg membantu. Saya harus menunggu 2 org lagi untuk membantu mengangkat peti jenasah (tidak mungkin hanya 2 org mengangkat peti jenasah). Singkatnya dapatlah 2 orang lagi yang mau membantu dengan syarat diberikan sejumlah uang baru mau membantu.Tidak malu malu langsung meminta nominal untuk mengangkat peti saja dan memasukan ke liang lahat. Belum lagi petugas yang menggali kubur dan menguruk kuburan meminta lagi uang (walaupun itu sudah termasuk ke biaya administrasi tpu hanya membuat lubang liang lahat dan menguruk sedangkan kenyataan nya masih meminta nominal uang).
Belum selesai penguburan, saya ditelp istri saya bahwa menyampaikan rumah digerebek oleh RT RW dan beberapa polisi Bahkan Kapolsek pun datang. saya tidak tau maksud nya apa menggerebek. Dengan memaksa minta kartu keluarga yg dimana saat itu irg rumah hanya istri saya, mamah saya dan anak saya. Tidak adakah waktu yang memberi saya waktu menguburkan jenasah papah dahulu tanpa dibebani oleh hal hal yg tidak penting. Posisi saya saat itu sedang memakamkan jenasah.
DIMANA RASA EMPATI ANDA SEMUA? APAKAH TEPAT WAKTUNYA MENGGEREBEK RUMAH SAAT PROSES PEMAKAMAN BERLANGSUNG?
DIMANA PIHAK GEREJA? APAKAH SAYA TIDAK BOLEH MENGANGGAP HAL INI BIADAP???
KLARIFIKASI DPP yang lebih banyak pembelaan seakan mereka tidak menyadari bahwa banyak yg tertular dan jadi korban BUAT SAYA TIDAK PENTING ADANYA. DIMANA RASA KEMANUSIAAN ANDA??
Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya ingin bertanya seandainya dan Jika bapak diposisi keluarga bapak jadi korban MASIH BISA KLARIFIKASI kaga??? Dan bagaimana perasaan anda?.
Memang yang sudah terjadi tidak akan bisa diperbaiki atau waktu tidak bisa diulang. Namun seenganya saran saya bersikap Gentle mengakui bukan melakukan pembelaan ataupun kotbah online yg aneh aneh dengan dalil sendiri.
BUAT SAYA SENDIRI saya tidak pernah mengusik ataupun ikut campur masalah gereja SELAMA TIDAK MERUGIKAN SAYA....
Kejadian ini SANGAT MERUGIKAN buat saya. JADI wajar seorang anak tidak terima akan apa yg terjadi terhadap orang tuanya. Apalagi sampai meninggal..
Percuma kalian klarifikasi TIDAK AKAN membangunkan kembali papah saya yg meninggal....
Dan khususnya untuk pemimpin gereja PUSAT mudah mudahan anda melihat dan bisa bijaksana merobah apa yg tidak benar dalam diri anda.... Jangan ada lagi korban dan jangan terulang seperti yg saya dan keluarga saya alami. Dan saran saya lebih baik JANGAN membuat kotbah2 yg dibuat dengan dalil anda sendiri terlebih bisa menyesatkan jemaat dengan study2 yg anda bilang.
Saat ini SAYA SEDANG BERUSAHA MEMAAFKAN ANDA SEMUA....
SEDANG BERUSAHA TIDAK DENDAM KHUSUS NYA KE GEREJA DIMANA PAPAH MELAKUKAN IBADAH. WALAUPUN SEMUANYA ITU IMPOSIBBLE BUAT SAYA MEMAAFKAN ANDA!
Cukup dengan berperilaku baik, tidak munafik, dan mencerminkan kasih Kristus dan tidak berdalil sendiri.... sudah cukup buat keluarga korban.
*DILAIN PIHAK....
Saya pribadi salut ke GEREJA KATHOLIK khususnya gereja Katholik katedral Bandung St. Petrus *bapak uskup anton dan rekan. Serta gereja katolik ciamis. Perilaku kasih benar benar nyata. Saya pribadi bukan katolik. Tapi disaat kami dalam kondisi duka, mereka lah yang mendoakan. Bukti kasih Yesus Kristus nyata adanya.
*Kesimpulan Pilih pilih lah gereja yang benar benar baik yang sesuai hati nurani kalian, yang tidak hanya pandai berkotbah tapi menyatakan dan mengamalkan bukti KASIH KRISTUS. Menurut saya KASIH KRISTUS tidak ada dalam suatu gereja yg sibuk dengan pembelaan dari fakta yang ada ataupun dari dalil yg dibuat.
Percuma kalo hanya bicara kotbah KASIH tapi perilaku ZERO.
** Untuk gereja yg mana yg benar dan mana yg tidak benar anda semua bisa tafsirkan sendiri dan sah sah saja ada pro atau kontra. Kerasa kok dan sekarang tambah terbuka lebar.
Sah sah saja mau setuju atau tidak setuju. ataupun membela atau mengutuk.
Untuk saya ya seperti ini adanya karena bicara sesuai fakta yang ada yang dirasakan saya pribadi.
Pembelajaran berarti....
Dari Fakta yang ada yang dimana saya rasakan sendiri...
silahkan masing masing bebas berpendapat...
Bijaklah pilih gereja.... Ada gereja yg motifnya bisnis. Zaman sekarang seolah tidak tabu dan ga usah munafik bisnis gereja memang ada dan apa adanya real.
Banyak yang mendalilkan (seringkan mendengar kotbah2 yg UUD), sah sah aja buat yg percaya dan sah sah saja buat yg menentang.
Tapi dari semuanya itu perlu digaris bawahi yang terutama dari gereja sebagai wadah ibadah umat adalah bukan hanya Pintar kotbah koar koar dengan ilmu COCOKLOGI (TAPI ATTITUDE) lebih penting dari kotbah belaka....dan perilaku Kasih yang paling utama mencerminkan benar pengikut Kristus sejatinya.
Sebagai Contoh Nyata :
Ada satu gereja yg jelas faktanya telah menjadi sarana penyebar virus yang cukup banyak korban di bandung (FAKTA BUKAN HOAX dan RS di bandung tau kok FAKTANYA jika dirawat ditanya dari gereja mana dan menyebutkan jemaat gereja tersebut otomatis petugas medis tau, ataupun saat ingin diperiksa darah di lab ditanya dari jemaat mana dan bilang jemaat gereja 'Ono maka test darah harus dilakukan di RS (fakta pemerintahan bandung pun tau faktanya) masih tidak percaya?
Pemerintah Jabar pun tau akan hal ini yaitu penularan yg banyak terjadi di salah satu gereja ini (bukan rahasia). Penyebab utamanya dikarenakan penyebab dan faktanya bahwa ada keteledoran tidak isolasi mandiri para pemimpinnya yg pulang dari israel dan melakukan pertemuan pertemuan baik pertemuan besar maupun kecil yang mengakibatkan penyebaran virus ke jemaat. Dan mirisnya malah diem diem cuci tangan....
Boro boro minta maaf atau seenganya turut sepenanggungan, yang ada HANYA menutupi, kotbah ga jauh dari perpuluhan yang dimana disampaikan dengan ayat ayat COCOKLOGI walaupun dalam situasi saat ini. Intinya adalah menabur disaat situasi yg tidak enak. Sah sah saja bagi org yang mempercayai dan sah sah saja bagi yang menghujat.
Adapun berbagai macam tafsiran yang aneh aneh (menurut pendapat saya) ataupun mengenai study riset bahasa roh (tidak mengurangi rasa hormat saya bahwa fakta salah satu pemimpinnya RIP alias lewat), kotbah dengan tafsiran sendiri menstop corona (padahal faktanya gereja tersebut banyak menjadi sarana penularan di bandung khususnya.)
Sebagai contoh nyata terjadi pada keluarga saya, dimana harus mengalami hal yang sangat tidak mengenakan yang menimpa papah saya. Dimana fakta 15 maret mengikuti kebaktian disalah satu gereja yg notabene terinfeksi virus covid19. 17 maret sudah mulai menunjukan gejala demam yang dimana selama 5 hari demam naik turun di angka 37 sd 39. Hari ke 7 tepat 24 maret dibawa ke salah satu RS di bandung dan setelah cek rontgen baru menunjukan indikasi suspect sehingga harus dirawat isolasi.
Sungguh mengamati pasien yang terjangkit virus ini waktu sangat cepat dan perubahan drastis kondisi pasien sangat terlihat. Tidak berlama lama hanya bertahan 1 minggu di RS tepatnya 31 maret papah meninggal.
Tidak hanya sampai disitu saja. Proses memakamkan saja bisa dibilang sunguh bukan hal yang wajar. Karena faktanya tpu tidak menerima kondisi korban yang meninggal karena virus covid 19 ini. Kami masih diberikan berkah dan terima kasih untuk pemerintahan bandung telah menyediakan area pemakaman khusus korban covid 19.
Terima kasih untuk dr.sony dari dinas kesehatan bandung yang telah membantu. Terima kasih pak sudrajat dan pak dede dari pihak pemakaman TPU cikadut bandung yang telah mempersiapkan tempat istirahat papah.
Proses pemakaman yang hanya dilakukan oleh ahli waris korban yaitu saya sendiri. yang dimana sebelumnya proses administrasi bukan hal yg umum karena khusus korban covid 19 banyak persyaratan yang harus dilakukan seperti melaporkan ke dinas kesehatan, pihak tpu tidak sembarangan menerima jenasah korban karena harus mendapatkan surat pernyataan dari pihak RS dan juga dari dinas kesehatan dibantu dr.soni. Bukan hal yg umum bagi jenasah korban covid 19.
Belum lagi saat jenasah datang ke tpu, walau banyak org di pemakaman namun tidak ada satupun yg berani mendekat ke ambulance. Bahkan untuk mengangkat peti jenasah hanya 2 orang dari pihak Rs yg membantu. Saya harus menunggu 2 org lagi untuk membantu mengangkat peti jenasah (tidak mungkin hanya 2 org mengangkat peti jenasah). Singkatnya dapatlah 2 orang lagi yang mau membantu dengan syarat diberikan sejumlah uang baru mau membantu.Tidak malu malu langsung meminta nominal untuk mengangkat peti saja dan memasukan ke liang lahat. Belum lagi petugas yang menggali kubur dan menguruk kuburan meminta lagi uang (walaupun itu sudah termasuk ke biaya administrasi tpu hanya membuat lubang liang lahat dan menguruk sedangkan kenyataan nya masih meminta nominal uang).
Belum selesai penguburan, saya ditelp istri saya bahwa menyampaikan rumah digerebek oleh RT RW dan beberapa polisi Bahkan Kapolsek pun datang. saya tidak tau maksud nya apa menggerebek. Dengan memaksa minta kartu keluarga yg dimana saat itu irg rumah hanya istri saya, mamah saya dan anak saya. Tidak adakah waktu yang memberi saya waktu menguburkan jenasah papah dahulu tanpa dibebani oleh hal hal yg tidak penting. Posisi saya saat itu sedang memakamkan jenasah.
DIMANA RASA EMPATI ANDA SEMUA? APAKAH TEPAT WAKTUNYA MENGGEREBEK RUMAH SAAT PROSES PEMAKAMAN BERLANGSUNG?
DIMANA PIHAK GEREJA? APAKAH SAYA TIDAK BOLEH MENGANGGAP HAL INI BIADAP???
KLARIFIKASI DPP yang lebih banyak pembelaan seakan mereka tidak menyadari bahwa banyak yg tertular dan jadi korban BUAT SAYA TIDAK PENTING ADANYA. DIMANA RASA KEMANUSIAAN ANDA??
Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya ingin bertanya seandainya dan Jika bapak diposisi keluarga bapak jadi korban MASIH BISA KLARIFIKASI kaga??? Dan bagaimana perasaan anda?.
Memang yang sudah terjadi tidak akan bisa diperbaiki atau waktu tidak bisa diulang. Namun seenganya saran saya bersikap Gentle mengakui bukan melakukan pembelaan ataupun kotbah online yg aneh aneh dengan dalil sendiri.
BUAT SAYA SENDIRI saya tidak pernah mengusik ataupun ikut campur masalah gereja SELAMA TIDAK MERUGIKAN SAYA....
Kejadian ini SANGAT MERUGIKAN buat saya. JADI wajar seorang anak tidak terima akan apa yg terjadi terhadap orang tuanya. Apalagi sampai meninggal..
Percuma kalian klarifikasi TIDAK AKAN membangunkan kembali papah saya yg meninggal....
Dan khususnya untuk pemimpin gereja PUSAT mudah mudahan anda melihat dan bisa bijaksana merobah apa yg tidak benar dalam diri anda.... Jangan ada lagi korban dan jangan terulang seperti yg saya dan keluarga saya alami. Dan saran saya lebih baik JANGAN membuat kotbah2 yg dibuat dengan dalil anda sendiri terlebih bisa menyesatkan jemaat dengan study2 yg anda bilang.
Saat ini SAYA SEDANG BERUSAHA MEMAAFKAN ANDA SEMUA....
SEDANG BERUSAHA TIDAK DENDAM KHUSUS NYA KE GEREJA DIMANA PAPAH MELAKUKAN IBADAH. WALAUPUN SEMUANYA ITU IMPOSIBBLE BUAT SAYA MEMAAFKAN ANDA!
Cukup dengan berperilaku baik, tidak munafik, dan mencerminkan kasih Kristus dan tidak berdalil sendiri.... sudah cukup buat keluarga korban.
*DILAIN PIHAK....
Saya pribadi salut ke GEREJA KATHOLIK khususnya gereja Katholik katedral Bandung St. Petrus *bapak uskup anton dan rekan. Serta gereja katolik ciamis. Perilaku kasih benar benar nyata. Saya pribadi bukan katolik. Tapi disaat kami dalam kondisi duka, mereka lah yang mendoakan. Bukti kasih Yesus Kristus nyata adanya.
*Kesimpulan Pilih pilih lah gereja yang benar benar baik yang sesuai hati nurani kalian, yang tidak hanya pandai berkotbah tapi menyatakan dan mengamalkan bukti KASIH KRISTUS. Menurut saya KASIH KRISTUS tidak ada dalam suatu gereja yg sibuk dengan pembelaan dari fakta yang ada ataupun dari dalil yg dibuat.
Percuma kalo hanya bicara kotbah KASIH tapi perilaku ZERO.
** Untuk gereja yg mana yg benar dan mana yg tidak benar anda semua bisa tafsirkan sendiri dan sah sah saja ada pro atau kontra. Kerasa kok dan sekarang tambah terbuka lebar.
Sah sah saja mau setuju atau tidak setuju. ataupun membela atau mengutuk.
Untuk saya ya seperti ini adanya karena bicara sesuai fakta yang ada yang dirasakan saya pribadi.
*** Perlu dicatat apa yg ditulis adalah real kejadian nyata dan pendapat dari saya pribadi atas apa yg menimpa keluarga kami. Sah sah saja buat kalian yg setuju ataupun tidak setuju. Tidak mengurangi rasa hormat saya, jika ada ucapan saya yg tidak berkenan mohon dimaafkan.... ******************************************

Komentar
Posting Komentar